Archive for October, 2008

Oct 29 2008

Nusa Kenari Memilih!

Published by dionbata under Uncategorized

KALABAHI, PK–Pasangan Ir. Ans Takalapeta dan Drs. Abraham Maulaka akan mengakhiri jabatannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Alor dalam waktu dekat. Siapa yang akan memimpin Alor lima tahun ke depan (2008-2013)?. Pertanyaan ini akan terjawab dalam pemungutan suara pemilihan langsung kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) Alor, besok, Kamis (30/10/2008).

Empat paket calon bupati dan wakil bupati Alor yang bertarung dalam Pilkada Alor 2008 ini, yakni Drs. Imanuel Blegu, M.Si -Godlief Sirituka, Bc.Kn (paket Imago), Drs. Aba Maulaka- John F. Laukuan.B.A (paket Amal), Drs. Amon Djobo-Taufik Nampira, SP. MM (paket Amanat) dan Drs.Simeon Pally-Drs. Yusran Tahir (paket Simpati ).

Untuk memenangkan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Alor periode 2008 - 2013, salah satu dari empat paket calon harus mengumpulkan minimal 33.920 suara pemilih atau 30 persen dari 113.068 jumlah pemilih yang akan mencoblos di 320 TPS yang tersebar pada 18 kecamatan di Alor.

Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Alor, H. Amir Tahir, kepada Pos Kupang, Senin (27/10) di Sekretariat KPUD Alor menjelaskan, berdasarkan aturan KPU, paket yang meraup suara hingga 50 persen, maka paket itu dinyatakan menang. Namun biasanya jarang terjadi atau peluangnya kecil.

Bila tidak ada paket yang mendapat suara pemilih hingga 50 persen, demikian Tahir, maka akan lihat paket yang meraup suara 30 persen ke atas yang ditetapkan sebagai pemenang. Namun kalau ada dua paket yang sama-sama meraup suara yang sama 30 persen dengan digit dibelakangnya sama, maka untuk menentukan pemenangnya oleh KPUD akan melihat persebaran suara yang ada.

Tahir mengatakan, jika ada dua paket calon mendapatkan suara 30 persen dengan angka digit di belakangnya berbeda, maka yang digitnya tertinggi, itu yang menang. Ini semua, tandas Tahir, telah diatur dalam aturan KPU mengenai satu putaran dalam pilkada. Tetapi, apabila dari semua paket calon tidak mencapai 30 persen, maka dua paket yang meraup suara tertinggi, itu yang akan maju dalam putaran kedua pilkada.
Berkaitan dengan jumlah ini kalau dihitung secara matematis, Tahir menyebutkan, kalau ada yang meraup sampai 50 persen, maka dikonversi dalam angka sebanyak 56.534 suara dari jumlah pemilih 113.068. Namun, ini perhitungan secara lurus, sehingga apabila dikurangi surat suara rusak atau tidak coblos, seandainya pemilih yang menggunakan hak suaranya sebanyak 110.000 pemilih, maka untuk 50 persennya harus 55.000 suara. Tetapi, kata Tahir, biasanya untuk mencapai 50 persen jarang terjadi.

Tahir menjelaskan, untuk mendapat 30 persen dari 113.068 pemilih, maka jumlah suara sebanyak 33.920 suara. Namun, bila dihitung lagi dengan suara rusak atau tidak coblos dengan hitungan rata-rata yang menggunakan hak suaranya sebanyak 110.000 pemilih, maka untuk 30 persen sebanyak 33.000 suara.

Jangan Terpancing Isu
Berkaitan dengan masa tenang untuk menghadapi pelaksanaan pencoblosan pilkada Alor yang akan berlangsung pada Kamis (30/10/2008), maka pemerintah kabupaten Alor melalui Badan Kesbangpol dan Linmas setempat memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat di kabupaten Alor.

Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Alor, Viktor Irianto Imang, S.H, M.Si mengungkapkan, saat masa tenang Pilkada Alor banyak isu menyesatkan yang bersifat provokasi oleh oknum tertentu yang beredar di masyarakat.

Terhadap masalah ini, kata Imang, pemerintah minta kepada masyarakat jangan terpancing dengan membuat hal-hal yang bertentangan dengan hukum. Masyarakat, lanjut Imang, sebaiknya meningkatkan ikatan persaudaraan dalam bingkai Taramiti Tominuku.

Imang menjelaskan, Kantor Kesangpol dan Linmas Alor membuka posko pengaduan. Bagi masyarakat yang menemukan kejadian-kejadian berupa provokasi atau sifatnya ke arah yang tidak baik dapat langsung melapor ke posko, baik melalui sarana telepon atau secara langsung datang ke posko.

Imang berharap masyarakat yang memiliki hak pilihnya datang ke TPS pada harinya untuk menyalurkan hak politiknya. Imang juga minta agar masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban yang ada ini. (oma)

Komentar Paket Calon

Paket Imago (Drs. Imanuel Blegu, M.Si -Godlief Sirituka, Bc.Kn)
Tidak mematok target. Kami tunggu hasilnya. Ini karena semua kandidat telah kerja dan bersaing. Kita berdoa saja. (oma)

Paket Amal (Drs. Aba Maulaka- John F. Laukuan.BA)
Target hasil pilkada, saya tidak mau mendahului rencana Tuhan. Saya berharap pemilihans atu putaran saja. Ini agar masyarakat jangan hanya disibukkan dengan urusan politik saja. (oma)

Paket Amanat (Drs. Amon Djobo-Taufik Nampira, SP. MM)
Drs. Amon Djobo, saya optimis bisa unggul karena dukungan merata di semua wilayah di Kabupaten Alor. (oma)

Paket Simpati (Drs. Simeon Pally-Drs. Yusran Tahir)
Perkiraan politik belum bisa dikomentari karena hajatan ini masih berjalan. Target satu atau dua putaran belum bisa dibicarakan. Jangan mendahului Tuhan. (oma)
Jumlah Pemilih di Kabupaten Alor
No Kecamatan Pemilih Jumlah
————————————————————————————-
Urut Laki-laki Perempuan Jumlah Tps
—————————————————————————————–
1 Teluk Mutiara 14.228 15.815 30,103 61
2 Alor barat Laut 5.306 6.194 11.500 34
3 Alor Barat Daya 5.663 6.354 12.017 35
4 Alor Tengah Utara 2.730 3.472 6.202 18
5 Alor Timur Laut 2.485 2.525 5.010 15
6 Alor Selatan 2.539 2.717 5.256 19
7 Alor Timur Laut 2.130 2.219 4.349 18
8 Pulau Pura 1.498 1.913 3.311 11
9 Kabola 2.047 2.213 4.260 11
10 Mataru 1.422 1,590 3,012 9
11 Lembur 1.244 1,293 2,537 9
12 Pureman 937 1.211 2.148 8
13 Pantar 2.445 2.727 5.172 17
14 Pantar Barat 1.841 1.975 3.816 11
15 Pantar Timur 2.971 3.557 6.528 20
16 Pantar Barat Laut 1.082 1.325 2.407 7
17 Pantar Tengah 2.390 2.819 5.209 16
18 Batu Putih 114 117 231 1
————————————————————————————-
JUMLAH 53.132 59.936 113.068 320
————————————————————————————–
Sumber: KPUD Alor

Pos Kupang edisi Rabu, 29 Oktober 2008 halaman 1, http://www.pos-kupang.com

No responses yet

Oct 29 2008

Polres Kupang Terjunkan 1.083 Personil

Published by dionbata under Pilkadal 2008

KUPANG, PK –Kepolisian Resor (Polres) Kupang menerjunkan 1.083 personil untuk mengamankan pelaksanaan pemilihan langsung Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2009 - 2010, Rabu (29/10/2008). Aparat keamanan yang diterjunkan dibagi dua bagian, yakni 298 personil mengamankan pencoblosan di 585 tempat pemungutan suara (TPS) dan 785 personil siaga on call.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kupang, AKBP Endang Syafruddin, menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang di ruang kerja Ketua KPUD Kabupaten Kupang, Johni K Tiran, Selasa (27/10/2008).

Endang menjelaskan, personil pengamanan untuk 585 TPS sudah mulai bergeser sejak H-2 dan H+1. Personil tersebut dibagi dengan pola, satu polisi mengamankan satu sampai tiga TPS yang berdekatan.

Sedangkan 785 personil stand by on call. Sebelum memantau sejumlah TPS di Pulau Semau dan Kecamatan Sulamu, Rabu (29/10/2008), kata Endang, akan digelar pasukan di Polres Kupang bersama jajaran TNI , Polri di Kabupaten/Kota Kupang serta Komando Distrik Militer (Kodim), Pangkalan Udara (Lanud) dan Brimobda NTT.

Pukul 13.00 Wita, jelas Endang, saat penghitungan suara, aparat mulai bergeser mengamankan daerah yang dianggap rawan, antara lain satu pleton di Pulau Sabu, wilayah Amarasi, Sulamu sampai Takari.

Pantauan Pos Kupang, Selasa (28/10/2008), di daerah Kupang Tengah dan Taebenu, masyarakat sibuk menyiapkan TPS untuk pemungutan suara bagi enam pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang.

Enam paket calon, yakni Jerry Manafe,S.H dan Nahason Abineno, S.H (paket Jernih), Ir.Alexsander Foenay dan Drs.Sofia Malelak-de Haan (paket Afi), Drs.Ruben Funay dan Ir.Frits Djubida (paket Berita), Drs. Ayub Titueki, MS.Ph.D dan Viktor Jermias Tiran, S.Sos, M.Si (paket Tutor), Ir.Karel Isliko dan Yorim Manoh, BPA (paket Kasih) dan Herson Tanuab, S.H dan Ir.Vivo Ballo (paket Halo).

Di TPS satu, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Drs.Ayub Titueki, M.S, Ph.D, calon Bupati Kupang, akan menggunakan hak pilihnya. Ketua kolompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) setempat, Agus Ahab mengatakan, jumlah pemilih di TPS itu sebanyak 540 pemilih. Dikatakannya, logistik Desa Baumata Barat sudah lengkap. (mas)

Pos Kupang edisi Rabu, 29 Oktober 2008 halaman 1, http://www.pos-kupang.com/

One response so far

Oct 29 2008

Golkar TTS Tuding Ada Pelanggaran Berat

Published by dionbata under Pilkadal 2008

SOE, PK — Tim Pilkada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menuding ada pelanggaran berat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) TTS dalam Pilkada TTS 2008. Pasalnya, 527 saksi paket Damai di 527 tempat pemungutan suara (TPS) tidak mendapatkan salinan berita acara dan sertifikat hasil penghitungan suara.

Sementara itu, KPUD Kabupaten Belu, hari ini, Rabu (29/10/2008) mengumumkan hasil pemilihan langsung kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) Belu tanggal 22 Oktober 2008 lalu. Pengumuman hasil pilkada apakah satu putaran atau dua putaran ditentukan dalam pleno yang dilaksanakan di Aula Betelalenok, Atambua. Ketua KPUD Belu, A Martin Bara Lay, S.H, mengatakan hal ini kepada Pos Kupang di Atambua, Selasa (28/10/2008).

Tudingan adanya pelanggaran berat Pilkada di TTS disampaikan DPD II Partai Golkar dalam suratnya tertanggal 27 Oktober 2008 tentang laporan penyimpangan penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati TTS yang ditujukan kepada Panwas TTS. Surat yang ditandatangani Ketua Tim Pilkada Partai Golkar TTS, Eldat MM Nenabu, S.H, dan Wakil Sekretaris, Yoksan DK Benu, A.Md menyatakan, ada indikasi kuat penyimpangan dilakukan oleh KPUD TTS secara terorganisir, terencana dan sistematis.

“Hal itu dibuktikan dengan susahnya saksi paket Damai yang tersebar di semua TPS mendapatkan berita acara dan sertifikat hasil penghitungan suara model C1-KWK. KPPS juga selalu berargumentasi tentang hal-hal yang tidak masuk akal, diantaranya peti/kotak ruara telah ditutup dan tidak bisa diambil lagi,” tulis tim pilkada Partai Golkar TTS.

Tim Pilkada Partai Golkar TTS juga menuding adanya kolusi dan nepotisme dalam penyelenggaraan pilkada TTS. Pasalnya, salah satu calon bupati dari paket tertentu memiliki hubungan kedekatan dengan salah seorang anggota KPUD. Kedekatan itu memudahkan manipulasi dalam bentuk penggelembungan dan pengurangan suara secara sepihak.

Terhadap persoalan itu, Eldat MM Nenabu, S.H, dan Wakil Sekretaris, Yoksan DK Benu, A.Md, mengatakan, Tim Pilkada Partai Golkar TTS meminta Panwaslu menghentikan penghitungan suara dan membatalkan hasil penghitungan suara. Bahkan, tim pilkada Partai Golkar TTS meminta penghitungan suara ulang.

Selain itu, lanjut Eldat dan Yoksan, tim ini meminta Panwaslu TTS berkoordinasi dengan Polres TTS mengamankan seluruh kotak suara di KPUD TTS. Untuk proses penghitungan ulang, kata Eldat dan Yoksan, Tim Pilkada Partai Golkar TTS mengharapkan dilakukan tim independen terdiri dari kepolisian, panwaslu, desk pilkada dan saksi dari masing-masing paket calon.

Ketua Panwaslu TTS, Albert Benu, S.SoS, yang didampingi dua anggotanya, Mariana Leba, S.SoS dan Melkisedek Nahak, S.H, yang dikonfirmasi Pos Kupang di kantornya, Selasa (28/10/2008) malam, menyebutkan, Panwaslu TTS telah mengkaji permasalah yang disampaikan tim pilkada Partai Golkar TTS itu.

Albert menyatakan, Panwaslu TTS tidak berwenang menghentikan proses penghitungan suara dan membatalkan hasil penghitungan suara seperti yang diminta Tim Pilkada Partai Golkar TTS. Jika ada pelanggaran administrasi dengan bukti yang lengkap dan akurat, kata Albert, akan ditindaklanjuti ke KPUD TTS.

Tidak hanya itu, demikian Albert, jika pelanggaran mengandung unsur pidana akan ditindaklanjuti kepada pihak kepolisian untuk diselesaikan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. “Hal itu diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum,” kata Albert.

Tentang laporan Tim Pilkada Partai Golkar yang menyatakan 527 saksi tidak menerima berita acara dan sertifikat hasil penghitungan suara, Albert mengatakan, Panwaslu TTS menilai hal itu masuk dalam pelanggaran administrasi. Sedangkan persoalan dugaan kolusi dan nepotisme salah satu calon bupati dengan keluarganya yang menjadi salah satu anggota, itu berhubungan dengan komitmen KPUD.

Terkait laporan tiga pasangan calon (Globe, Jhonthom dan Jetcar) yang sebelumnya melaporkan berbagai masalah pelaksanaan pilkada, Albert mengatakan, Panwaslu TTS juga sudah melakukan kajian. Kajian itu dibuat setelah timnya turun ke lapangan untuk mengecek ulang kebenaran fakta yang ada.

Ditanya tentang bantuan beras bagi korban bencana yang diturunkan di Desa Kuatae dan Desa Noemeto untuk tujuan memenangkan paket tertentu, Albert mengatakan, Panwaslu TTS tidak menemukan bukti kuat untuk mengkategorikan laporan itu sebagai tindak pidana pemilu. Pasalnya, beras itu sudah diminta warga kepada pemerintah tiga bulan sebelumnya.

Menyinggung keterlibatan aparat pemerintah, penyelenggara pemilu di tingkat desa dan kecamatan yang melangggar aturan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, Albert menjelaskan, Panwaslu tidak menemukan bukti terkait masalah itu.
Albert mencontohkan dugaan penggelembungan suara paket tertentu di KiE setelah dicek, Ketua Panwas Kecamatan Kie membantah ada penggelembungan angka untuk paket tertentu. Selain itu Polsek Kie juga menyatakan tidak ada laporan yang masuk terkait masalah tersebut.

Hasil Pilkada Belu
Ketua KPU Belu, A Martin Bara Lay, S.H, mengatakan di Atambua, Selasa (28/10/2008), menjelaskan, KPUD Belu sudah menyebarkan undangan kepada paket calon bupati dan wakil bupati Belu, termasuk pihak-pihak terkait. Undangan juga disampaikan kepada tim kampanye masing-masing paket calon maksimal 10 orang untuk mengikuti pleno.

Untuk kepentingan pengamanan pleno, kata Bara Lay, KPU Belu sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan (Polri) untuk mengamankan lokasi pleno.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang dari sejumlah sumber di Atambua, Selasa (28/10/2008), mengungkapkan, besar kemungkinan Pilkada Kabupaten Belu bisa dua putaran. Namun, sumber-sumber tersebut tidak menyebutkan paket calon mana yang maju ke putaran kedua Pilkada Kabupaten Belu.

Ketika informasi ini dikonfirmasi kepada Ketua KPU Belu, A Martin Bara Lay, S.H, ia menegaskan, hasil lengkap Pilkada Kabupaten Belu baru bisa diketahui dalam pleno nanti

Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Belu, AKBP Drs. Sugeng
Kurniaji, ketika dikonfirmasi Pos Kupang ke ponselnya semalam mengatakan, pihaknya sudah siap mengamankan kegiatan pleno. Jajaran Polres Belu akan menempatkan satuannya di beberapa titik antara lain di rumah jabatan bupati Belu, rumah jabatan wakil bupati Belu, rumah para calon bupati/wakil bupati Belu, Kantor Panwas Belu dan lokasi pleno.

Uskup Emeritus Keuskupan Atambua, Mgr. Anton Pain Ratu, SVD, yang menghubungi Pos Kupang dari Bitauni, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (28/10/2008) siang, menyerukan kepada masyarakat Belu untuk menjaga dan menciptakan keamanan di Belu. Masyarakat Belu harus berjiwa besar menghargai seluruh proses yang sedang berjalan.

“Sebagai sesepuh umat dan masyarakat Belu dan TTU, saya memberikan pesan moral supaya ciptakan keamanan di Belu. Kalaupun nanti saat pengumuman dari KPU Belu ternyata terjadi dua kali putaran, maka saya merasa terdorong untuk meminta kepada masyarakat Belu agar secara moral memilih paket yang bersih dan lebih benar yang akan maju lagi,” imbau Pain Ratu.

Untuk diketahui, calon bupati dan wakil bupati Belu yang mengikuti pilkada Belu, yakni Drs. Joachim Lopez dan Ludovikus Taolin, B.A (paket Jalin) didukung koalisi Partai Demokrasi Kebangsaan, PKPB, Partai Indonesia Baru, Partai Patriot Pancasila dan Partai Demokrat, drg. Gregorius Mau Bili Fernandez, DDPH dan Drs. Berchmans Mau Bria (paket Gemar) didukung koalisi PDIP, PKPI, Partai Amanat Nasional (PAN), PPD, Partai Merdeka dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Drs. JT Ose Luan dan drg. Valentinus Parera (paket Sera) calon perseorangan dan Partai Pelopor. Drs. Petrus Bria Seran dan Dr. Damianus Talok (paket Brita) didukung Partai Golongan Karya. (aly/yon)

Pos Kupang edisi Rabu, 29 Oktober 2008 halaman 1, http://www.pos-kupang.com

No responses yet

Next »